2.1 channel Audio Sistem | Teknovanza - Otomotif Audio Mobil

2.1 channel Audio Sistem

Di awalnya saya utarakan bahwasanya 2. 1 channel audio sistem product Audio rakitan ini janganlah disamakan dengan beberapa produk built-up seperti Mordount, Boss, Yamaha, JBL, Altec atau yang lain, janganlah juga disamakan dengan product local sejenis Simbadda.

Argumen kenapa Audio rakitan buat product 1 subwoofer + 2 satelit merupakan lantaran banyak permohonan dari customer buat dirancangkan subwoofer yg aduhai dengan gambaran yg gemilang, bass menghentak, bass gesit, bass yg dapat merambat, bass yg menggetarkan dada. Dari demikian banyak subwoofer yg sudah di buat customer umumnya tak memuaskan. Oleh maka itu sistem ini di buat.

2.1 channel Audio Sistem
2.1 channel Audio Sistem
Untuk pencapaian subwoofer yg aduhai tidaklah enteng, banyak jalan terjal yang perlu dilewati, yg tentunya lewat jalan panjang berbentuk research. Rancangan yg diusung Audiorakitan merupakan buat tata suara yg alami tiada menambahkan tone dari suara/tanda sumber yg kadang waktu buat kelelahan telinga serta timbul over tone yg ujung-ujungnya berlangsung clipping (distorsi tanda suara). Oleh maka itu dalam sistem ini ga ada sedikit yg namanya tone control, seluruhnya murni permainan crossover active. Juga pas pengujian juga tanda suara tak ditambahkan EQU dengan kata lain flat, al hasil suaranya ini memuaskan. Bila bisa saya katakana sebagai product 2. 1 channel audio sistem ini ialah subwoofer dengan category EXTREEM OK.

Kenapa audiorakitan menentukan sistem 2. 1 channel bukannya murni subwoofer, argumennya merupakan biar berikan nilai jadi untuk customer, di mana audio sistem 2. 1 channel jadi siap gunakan meskipun tiada penambahan feature audio yang lain. Anda dapat meletakkannya untuk feature audio TV, DVD, Laptop/PC, MP3 Module, Tuner FM dll.

Fitur-fitur 2. 1 Channel Audio Sistem dari Audio rakitan misalnya :

  1. Phase, buat membalik fasa gelombang sinus pada subwoofer (jujur saja saya kurang dapat membedakan pembalikan fasa ini)
  2. Volume Subwoofer, pengatur volume subwoofer
  3. Adjust. Freqeuncy Subwoofer, mengatur frequency kerja subwoofer mullai dari 30Hz hingga 75Hz
  4. Volume Satelit Stereo, buat mengatur volume satelit stereo
  5. Cut – Loose Stereo, buat mengatur pemotongan freq. kerja yg beresiko pada kejernihan suara stereo. Freq. kerja ditandai oleh 3 LED (10Khz, 1. 5-10Khz, serta 1. 5Khz)

Adapun susunan audio yg disyaratkan merupakan (tak perlu sih) :
Subwoofer

  • Pakai speaker subwoofer dengan diameter sekurang-kurangnya 12 inchi
  • Subwoofer bekerja pada impendansi 4-8 ohm, namun untuk keamanan speaker serta amplifier subwoofer maka mestinya pakai impendansi 8 ohm saja (ditanggung pukulan bass terus mantap tiada perlu bekerja pada impendansi rendah).
  • Misalnya Anda punya speaker dengan 2 terminal yg masing-masing terminal berimpendansi 4 ohm, maka sebaikanya diseri lantaran misalnya diparalel bakal jadi 2 ohm serta itu benar-benar membahayakan.
  • Ukuran Box yg saya pakai pada research buat speaker subwoofer 12 inch merupakan 60cm x 40cm x 40cm dengan arah speaker ke bawah (down firing) di mana di dalamnya dibentuk labirin. Dan bass reflex memanfaatkan pembuangan anging berdiameter 12cm. Lantaran saya kurang pakar dalam sektor akustik maka silahkan Anda bereksperimen sendiri. Untuk ketebalan partikel/MDF lebih kurang 12-15 cm, lantaran getaran yg dihasilkan benar-benar besar maka janganlah pakai MDF tidak tebal.
  • Speaker subwoofer yg saya pakai merupakan speaker low end bermerk LEGACY dengan 2 terminal seri (impendansi 8 ohm keseluruhan), saya asumsikan jadi lebih mahal subwoofer maka jadi lebih terbaik mutu reproduksi suara bassnya.

Satelit Stereo


Untuk tata suara stereo saya pakai 3 kanal per kotak speakernya, di mana terdiri jadi woofer, middle serta tweeter.
Untuk pembagian kanal suara lewat pemakaian crossover passive 3 way yg terdiri dalam woofer, middle da tweeter (style piezo bisa saja).
Lantaran buat suara rendah lebih dibebankan pada subwoofer maka saya cukup memanfaatkan woofer 6 inch, middle 4 inch serta tweeter bebas.
Dari uji dengar dihasilkan :

Jujur saja pas uji-coba, saya pernah dilabrak tetangga (diingatkan oleh tetangga tidak untuk menyalakan audio terlampau keras) lantaran getaran bass-nya nyata nya hingga juga hingga dirumah tetangga, pas itu volume bass ada di posisi jam 12 serta adjust freq. pada posisi jam 3.
Barangkali saya kurang pandai melukiskan sifat suara dengan terbaik, namun buat rumah ukuran lagi tengah, audio sistem 2. 1 channel audio sistem audiorakitan udah benar-benar cukup, cukup menggetarkan jendela serta pintu juga buat sound demo bass rambut ini dapat bergetar, weh…sangar….
Pada tata suara film benar-benar bagus sekali, tanggapan nya terbaik serta merasakan pirsawan larut dalam keadaan film, terlebih misalnya memutar film tindakan dari marvel wow…dentuman resiko tembakan, benturan, pukulan merasakan benar-benar detail. Benar-benar direkomendasi tidak untuk letakkan subwoofer pada banyak barang yg enteng bergetar (jadi tak asik lantaran banyak barang seperti rack, almari jadi turut beresonansi)
Untuk tata stereo tak kalah ramai, sifat suaranya bergitu detail serta clear, jernih crystal walau tak dibarengi tone control sekalipun. Gemerincing perkusi, desingan peluru atau suara
2.1 channel Audio Sistem | Tri Sunenti | 5