Mengenal Sistem Kontrol Audio Kelas dan Visual CCTV | Teknovanza - Otomotif Audio Mobil

Mengenal Sistem Kontrol Audio Kelas dan Visual CCTV

Tinjauan

Efek dari pemberlakuan sistim ujian listening bhs inggris, menuntut pihak sekolah sediakan tempat serta prasarana untuk penyelenggarannya. Disebabkan kepentingan yg memojokkan itu banyak sekolah tiada memikirkan panjang meyediakan fitur audio seadanya tiada mengerti arsitektur system audio dengan benar.

Sekolah cuma mengarah pada reproduksi suara yg berseumber dari kaset atau CD bab ujian listening mampu didengarkan siswa disetiap kelas, tapi menyebabkan mutu suara audio yg di produksi tak memuaskan.

Umumnya pemasangan speaker di tiap tiap kelas lewat langkah menyambungkanya satu dengan yg lainya dengan cara paralel. Kaset atau CD bab ujian dibunyikan pada satu titik khusus maka seluruhnya speaker kelas berbunyi.

Kalau audio serta visual monitoring di sinergikan jadi satu sistim yg bernilai tambah  Dari studi persoalan yg udah di jabarkan diatas maka dapat timbul lebih dari satu pertanyaan, contohnya
visual monitoring
Kalau audio serta visual monitoring di sinergikan jadi satu sistim yg bernilai tambah
Dari studi persoalan yg udah di jabarkan diatas maka dapat timbul lebih dari satu pertanyaan, contohnya :

  1. Sesudah sistim audio usai dimanfaatkan untuk ujian listening bhs inggris, sistim audio yg udah terpasang itu dapat dimanfaatkan untuk apa lagi?
  2. Apakah sistim audio yg terpasang cuma dimanfaatkan untuk 30 menit dalam 1 tahun atau dapat dimanfaatkan untuk berikan kabar namun cuma berbentuk umum saja untuk semua kelas?

Alangkah lebih terbaik seandainya sistim yg udah terpasang mampu diperlukan kira-kira lebih semata-mata berfaedah pada waktu ujian listening atau semata-mata pengumuman, tapi bisa juga berikan nilai jadi sbg sisi dari pendukung sistem Aktivitas Belajar Mengajar serta aktivitas di sekolah tiap tiap harinya, diantaranya :

  • Latihan ujian Listening Bhs Inggris untuk kelas khusus ataupun grup kelas khusus serta berjalan pada jam aktivitas regular sekalian, tiada mengganggu kelas yg tidak lakukan aktivitas itu.
  • Panggilan pada siswa ataupun guru yg ada pada kelas khusus.
  • Info terbatas untuk satu atau lebih dari satu kelas khusus, kelas angkatan ataupun kelas keseluruhnya.
  • Diperlukan sbg audio bel sekolah automatis serta musik istirahat.
  • Mengawasi aktivitas belajar mengajar siswa ataupun guru di tiap tiap kelas atau per grup angkatan atau juga seluruhnya terbaik dengan cara audio ataupun visual (kamera CCTV per kelas).
  • Diperlukan sbg sistim kontrol audio serta visual, di mana fitur di segi master mampu memonitor aktivitas belajar mengajar di kelas terbaik dengan cara audio ataupun visual maka mampu mendukung juga guru piket atau staf yang lain untuk mengawasi lingkungan kelas.

Teknologi

Sebetulnya product audio kelas udah banyak dipasarkan di bursa pasaran, tapi menurut irit kami ada banyak kekurangan dari arsitektur audio yg ada di dalamnya, diantaranya :

  • Tiap tiap speaker perlu pengkabelan ke master sehinga dapat berlangsung penumpukan kabel andaikata berlangsung rusaknya dapat amat susah menelusuri rusaknya itu lantaran kesemrawutan kabel instalasi.
  • Memerlukan saat pemasangan/instalasi yg relatif lama
  • Mutu suara yg dihasilkan tidak serupa antar speaker, juga pada jarak kabel yg jauh dapat amat kecil signal suaranya serta yg paling dekat dapat amat keras signal suaranya.
  • Timbul kebocoran suara pada speaker lain serta rawan pada rusaknya speaker atau master amplifier lantaran beban (impedansi) yg tidak rata.
  • Sistim kontrol operasional yg rumit serta dibatasi oleh jumlah kelas khusus lantaran tipe pensaklaran manual.
  • Cuma ditujukan sistim audio kelas tapi tak meliputi untuk kepentingan sistim visual (kamera CCTV per kelas)
  • Tak ada hubungan 2 arah (master ke kelas serta kelas ke master) terbaik audio ataupun visual.
  • Punya kompleksitas perakitan yg tinggi lantaran sistim switching manual serta terbatas pada jumlah kelas khusus lantaran perlu di rancangan dari pertama.
Pengawasan pada keadaan kelas dengan cara real-time buat kelancaran aktivitas belajar mengajar di suatu institusi sekolah terlalu perlu. Situasi disini berarti ada hubungan dua arah pada pengawas (guru, guru piket, kepala sekolah, staff dll) serta siswa di tiap tiap kelas terbaik dengan cara audio ataupun visual. Dibawah ini arsitektur sistim monitoring visual serta audio kelas yg kami kemukakan :

A. Piranti Master

Pada fitur keras terdiri dalam lebih dari satu fitur pendukung, diantaranya :

  1. Audio Mixer 8 Channel, Audio Mixer berperan untuk terima fitur input bersifat Mic, Mic Wireless, DVD Player, Tape, dll. Lalu dapat di kombinasi jadi signal audio stereo untuk diolah selanjutnya.
  2. BBE Maximizer, BBE Maximizer berperan untuk memaksimalkan mutu suara dengan melakukan perbaikan pembawaan signal audio yakni tingkatkan desibel lebih dari satu frekwensi khusus maka diharapakan mutu signal audio terutama signal suara vokal jadi lebih transparan serta open.
  3. Audio Distributor, Audio Distributor berperan untuk membagi signal audio ke lebih dari satu titik client biar terus stabil. Pembagian signal audio ditunaikan dengan cara aktif lewat langkah penyusunan gain signal audio maka ga ada signal yg hilang selagi di transmisikan ke client yg jaraknya jauh. Dengan audio distributor, signal audio mampu terdiri secar rata ke tiap tiap client/kelas.
  4. Master Digital Control, Master digital control merupakan fitur paling utama dalam sistim monitoring visual serta audio kelas lantaran ialah pusat kendali utama jalan raya data, suara serta video. Di dalamnya ada program pribadi untuk mengontrol semua sistim, yg mana program itu udah ditanamkan ke dalam chipset. Master Digital Control diikuti dengan LCD Matrix serta keypad untuk memastikan kelas mana yg aktif serta tak aktif.
  5. Audio Amplifier Sistim Monitoring, Audio amplifier sistim monitoring merupakan fitur untuk mendegarkan suara keadaan kelas selagi ini, di mana cuma dapat satu kelas saja yang bisa didengarkan di segi master, lewat penentuan kelas yg diaktifkan lewat fitur master.
  6. TV Flat, TV Flat berperan untuk memantau keadaan kelas dengan cara visual serta real time. Input signal streaming di peroleh dari kamera CCTV yg terpasang di tiap tiap kelas untuk diolah dalam DVR, lalu diteruskan ke TV Flat. Pada persoalan ini diperlukan sejumlah 3 TV Flat, di mana tiap tiap TV mewakili 3 angkatan kelas dalam satu sekolahan.
  7. DVR (Digital Video Recording), DVR merupakan fitur perekam video sekalian sbg software pembagi signal video untuk dipertunjukan ke monitor TV. DVR diikuti dengan tools untuk mengelola video seperti perbesaran, palayer video, serta lain-lain

B. Piranti Client/kelas

  1. Mic + Preamp, Memiliki fungsi sbg feedaback suara kelas untuk di kirim ke fitur master
  2. Audio Amplifier + Speaker, Memiliki fungsi sbg penguat signal suara ke speaker kelas, signal audio di peroleh dari fitur master sesuai sama pilihan program
  3. Sensor kamera/CCTV, Memiliki fungsi sbg sensor kamera tiap tiap kelas untuk di kirim ke fitur DVR untuk di monitoring
  4. Mikro Kontroller + program, Memiliki fungsi sbg pingindali aliran signal, data, serta video dari client ke master serta sebaliknya.

Dari uraian penjelasan arsitektur sistim monitoring visual serta audio kelas di awalnya maka dibutuhkan lebih dari satu fitur pendukung dibawah ini :

  • Piranti Audio Master
  • Piranti Audio Client
  • Piranti Monitoring Master
  • Piranti CCTV Client

Sekitar kepentingan fitur pendukung untuk sistim monitoring visual serta audio kelas merupakan terlihat seperti pada tabel diatas. Keperluan itu belum belum terhitung kabel data, kabel video, kabel audio, kabel duck dll seandainya dibutuhkan.
Mengenal Sistem Kontrol Audio Kelas dan Visual CCTV | Tri Sunenti | 5