Cara membuat amplifier yang bagus dan sederhana | Teknovanza - Otomotif Audio Mobil

Cara membuat amplifier yang bagus dan sederhana

Cara membbuat amplifier mobil mereka dan Dasar-dasar perhitungan

Cara membbuat amplifier mobil mereka dan Dasar-dasar perhitungan  PERANCANGAN CAR AMPLIFIER LISTRIK  Terdapat beberapa design penguat yang paling terbaik diterbitkan, solid state (SS) atau design tabung. Namun cuma sedikit yang ditulis design amplifier mobil listrik

PERANCANGAN CAR AMPLIFIER LISTRIK

Terdapat beberapa design penguat yang paling terbaik diterbitkan, solid state (SS) atau design tabung. Namun cuma sedikit yang ditulis design amplifier mobil listrik
Sesungguhnya kesusahan membuat power amplifier mobil tak terdapat pada power amplifier audio, namun lebih untuk sediakan catu daya switching.
Seperti kita ketahui, daya keluaran dari tiap-tiap penguat daya audio didekati dengan rumus :

P = Vpp2/(8 * Rl)

di mana Vpp = puncak ke puncak tegangan suplai, Rl yaitu beban impedansi speaker. Untuk tegangan 12Vdc mobil, bila kita menghubungkannya dengan 4 speaker Ohm kita cuma bakal mempunyai kemampuan 144/32 = 4, 5 Watt. Menjembatani penguat daya bakal berlipat-lipat, namun tak lagi sempat kian lebih 40 W.

Bila kita mau buat penguat yang lebih, misal 170W pada beban 4 ohm speaker, kita bakal memerlukan tegangan suplai dari 74Vpp, atau +/- 37 Vdc. Langkah untuk mempunyai tegangan ini dari suplai mobil dari 12VDC yaitu bikin DC-DC converter.
Pada artikel ini, saya bakal mengulas power amplifier mobil dalam 3 langkah :

1. Rancangan penguat daya audio
2. Design DC-DC converter
3. Miscellenous panduan untuk bikin amplifier mobil listrik.

1. PERENCANAAN AMPLIFIER LISTRIK AUDIO

Dalam fig1 kita bisa lihat bahwasanya power amplifier audio bisa splitted jadi 3 manfaat utama, yakni :

  • Pertama step/input tahap
  • Ke-2 step/tegangan step penguat
  • Step ketiga/output tahap

Step pertama yaitu step yang terima tanda audio input serta Respon tanda (NFB) Negatif dari output dari amp. Umpan balik yaitu tanda kembali dipakai untuk stabil penguat audio, seperti aspek keuntungan. Untuk step pertama di bangun oleh transistor diskrit, ke-2 tanda diumpankan ke basis dari transistor, seperti di fig1. Ke-2 basic transistor yaitu input Non-Pembalik serta Input Pembalik (op-amp).

Step ke-2 yaitu step yang bertanggungjawab pada Gain Tegangan di power amplifier.
Step ketiga yaitu Gain saat ini.

Kita dapat menuturkan bagian mereka lewat cara simpel seperti ini : tanda input, seperti dari radio mobil atau pemutar CD mempunyai tegangan rendah, seputar 1Vpp dengan sebagian milliampere waktu ini. Untuk membuahkan daya 170 Watt pada 4 ohm beban speaker, yang lalu tanda mesti mempunyai maginitude dari 28Vpp serta waktu 6. 5a (dari persamaan P = I2 * R = V2/R)

Step pertama terima tanda ini pada input non-inverting serta inverting input terima tanda NFB meyakinkan gain tegangan yang membuahkan amplifier mempunyai beberapa konstan, katakanlah 28 x. Tanda output dari step pertama belum meraih 28Vpp, ia condong untuk mempunyai besarnya serupa dengan tegangan input. Step ke-2 menguatkan tegangan yang step pertama membuahkan. Step ke-2 bakal menguatkan tegangan untuk membuahkan tanda yang jadi besar 28x untuk penguat untuk mempunyai tanda 28Vpp dari tanda 1Vpp, namun tanda ini 28Vpp tetap mempunyai kecil waktu ini, cuma sebagian mA serta tak dapat mengemudi beban speaker. Step ketiga menguatkan arus dari sebagian mA hingga 6, 5 A.

Offcourse yang explenation sepanjang tiga step diatas tak sesederhana itu dalam penguat riil. Kita mesti mengambil hukum alam untuk keuntungan transistor, yakni G = RC/RE. Prinsip ini mesti diaplikasikan dalam tiap-tiap transistor pada mereka 3 step penguat.

TAHAP PERTAMA

Design step pertama mempunyai komponen utama, yakni Sumber Arus Konstan (CCS) yang bisa dipandang pada fig2. Satu diantara basic hukum elektronik yang bekerja pada sirkuit tiap-tiap yang drop tegangan Basic serta Emitor (VBE) sama juga dengan tegangan drop satu dioda = 0. 67V. Hal semacam ini bisa dipandang di fig2 bahwasanya drop tegangan dioda IN4148 dari 2 = 2 x 0. 67V = 1, 34 V. Kita dapat lihat di RE serta Q1, maka V = 0, 67 yang dikurangi dengan VBE Q1 serta yang lain 0, 67 V bakal jadi setetes RE. Jadi kita bakal mempunyai Sumber Arus Konstan dari 0, 67/RE. Dalam fig2 yang Ic yaitu = 4, 4 mA. Step pertama CCS beragam pada 1-4mA.
Dalam fig1 step pertama, masing-masing komponen bakal diterangkan seperti ini :

- R1 yaitu impedansi dari penguat audio, kisaran yaitu 10 Kohm - 47Kohm
- C1 yaitu filter highpass dari persamaan : FHP = 1/(2 x pi x R1 x C1)
- Red1 serta RED2 yaitu pada 50-150 ohm
- RM1 serta RM2 di ambil hingga drop tegangan bakal 50mV - 150mV
- Q3 serta Q4 yaitu Cermin Saat ini yang meyakinkan arus dalam RM1 serta RM2 bakal mempunyai besar yang sama.
- RF serta CF bakal dibicarakan lalu.

Sebelum saat kita mengulas Step Ke-2 serta Ketiga step, pertama kita bakal mengulas dampak penguatan transistor. Dalam fig3a kita bakal lihat sirkuit Mode Emitor Umum (CEM). Sirkuit ini bakal menguatkan tegangan. Dalam fig3b kita lihat Mode Colector Umum (CCM). Sirkuit ini yaitu penguat arus tiada penguat tegangan. Jadi bila kita mau menguatkan tegangan kita memakai sirkuit CEM serta untuk menguatkan waktu kita memakai sirkuit CCM.

TAHAP KEDUA

Beberapa tanggapandvel step ke-2 untuk seluruhnya gain tegangan (swing Tegangan Maksimum) dalam suatu penguat daya audio. Inilah penyebab kenapa step ke-2 biasanya di kenal untuk VAS atau Step Amplifier Tegangan. Step ini terbagi dalam transistor penguat/CEM tegangan (Q5 di fig1) di Sumber, bawah Current Konstan diatas, serta rangkaian kontrol bias dalam tengah. CCS step ke-2 mempunyai besarnya waktu ini pada 4-8mA

Pada step ke-2 ada suatu kapasitor utama untuk penguat daya audio, yakni Miller Capacitor (CC di fig1). CC mendeskripsikan tiang dari tanggapan frekuensi untuk penguat audio serta besarnya umumnya dalam rencana kecil (severalpF).

Bias rangkaian kontrol terbagi dalam resistor, transistor serta suatu VR seperti di fig5. Sirkuit ini memakai transistor yang diletakkan di heatsink, lantaran transistor mempunyai panas aspek kompensasi yang terbaik (untuk transistor bipolar). Untuk penguat yang memakai transistor MOSFET untuk piranti akhir, rangkaian bias yang cuma butuh potentio atau dioda cuma lantaran MOSFET mempunyai ciri-ciri panas yang tidak sama dari pada transistor bipolar. Besarnya tegangan bias bergantung pada type step ketiga dipakai, yang bakal dibicarakan lalu.

TAHAP KETIGA

Ketiga step/Output Step yaitu penguat arus. Step ketiga serta rangkaian bias yang bakal mendeskripsikan apakah amplifier bekerja di kelas A, kelas AB atau kelas B.

Bisa disebutkan bahwasanya nyaris 90% dari penguat daya audio mobil bekerja dalam Operasi B. kelas di kelas B tak bermakna bahwasanya suara yang dihasilkan tak bagus atau rusak. Dengan design yang terbaik, kita bakal mempunyai hasil audio yang terbaik, terbaik dari kelas A atau kelas B. Penentuan kelas B penguat daya audio mobil conected untuk efisiensi serta panas yang dihasilkan. Panas yang dihasilkan adalah aspek yang benar-benar utama, lantaran bila tak dikira hati-hati, hal semacam itu bakal mengakibatkan rusaknya penguat.

Konfigurasi Banyak dari tingkat keluaran bisa dipandang pada fig4. Semasing mempunyai konfigurasi yang tidak sama tegangan bias maksimal. Hal semacam ini bergantung pada berapakah banyak VBE yang perlu dilewati. Misal : Dalam fig4 (a) tanda mesti melalui 4 di VBE, yang Q1 VBE, Q3, Q4 serta Q2. Jadi bias maksimal = 4 x = 0. 67V 2. 8V.

Ke-2 3 step yang kita ulas diatas, bila kita menghubungkan berbarengan bakal jadi sirkuit yang bisa dipandang pada fig5. Sisi dari rangkaian ini bisa diterangkan seperti ini :

- Nilai Negatif (NFB) resistor Umpan balik ditetapkan dengan memastikan aspek keuntungan dengan persamaan : Gain = 1 + (R10/R8) = 1 +10 = 21 x k/500. Nilai R10 = nilai R1 untuk menyeimbangkan input. R20 serta C7 yaitu tiang serta kompensator lereng.
- C2 membatasi aspek keuntungan DC, nilai berkisar 47-220 UF, umumnya memakai suatu kapasitor nonpolar.
- R21, R22 serta C11 bakal stabil CCS. Disini kita memakai CCS dengan 2 system transistor, namun persamaan yang dipakai tetap sama, yakni Ic = 0, 67/RE.
- Output dari pasangan diferensial disadap dari kolektor T10 serta kirim ke VAS yang di bangun oleh T12 serta T4. Konfigurasi ini dimaksud VAS Darlington serta nilai R8 yaitu standard.
- C3 yaitu kapasitor Miller dengan nilai 100pF.
- C5 dimaksud Speed ​​Up Capacitor. Sebagian design tak memakai kapasitor ini
- R18, C6, L1 serta R19 yaitu output stabilisator listrik. Bila ada osilasi juga berlangsung pada penguat daya audio, tobe pertama punya pengaruh yaitu R18 tak hanya transistor akhir.

Power amplifier Mobil umumnya dimuat oleh speaker impedansi rendah, umumnya 4 ohm serta bisa meraih ½ ohm pada mode bridge. Disini kita ketahui " Current Amplifier Tinggi " panjang. Perbedaannya yaitu jumlah transistor akhir, atau dalam fig5 itu yaitu jumlah gunakan T7 serta T8. Untuk ketentuan praktis, jumlah transistor yang diperlukan pertama sudah tobe dihitung dengan persamaan diatas, serta lalu kita memastikan jumlah transistor akhir yang diperlukan dengan anggapan bahwasanya 1 transistor bisa mengatasi 50 keluaran Watt. Sepasang transistor bipolar bisa mengatasi 100 Watt. Daya yang dibangkitkan oleh parrarelling output transistor sebagian, hingga currrent mengalir bakal semakin besar. Untuk beberapa besar transistor akhir, kita merubah step predriver dengan konfigurasi Darlington.

Sebagian design memakai design simetris, seperti yang dipakai dalam AXL serta skematis Crescendo. design ini di kembangkan dari prinsip basic diatas, namun penanganan tanda untuk + serta - sisi dikerjakan oleh sirkuit yang sama-sama melengkapi.

Saya mempunyai misal perihal type lain dari power amplifier, yang disebut penguat non-umpan balik. Anda bisa lihat prinsip-prinsip dari " power amplifier milenium " dalam www. lcaudio. com. Penguat ini mempunyai aspek keuntungan spesifik dalam step pertama serta ke-2, sesaat step ketiga cuma penguat arus.

2. Kegiatan PERANCANGAN DC-DC Konverter

Untuk penguat bangunan mobil listrik, kita butuh catu daya simetris (+, 0, -) dengan bangun DC-DC konverter. System converter dibicarakan dibawah ini bakal jadi SMP (Switch Mode Power Supply) jenis PWM (Pulse Width Modulation). System ini bakal berikan tegangan output yang stabil, lepas dari tegangan input (umumnya system mobil listrik bakal berkisar 9-15VDC).

Untuk menuturkan SMP type PWM, bisa analogued oleh misal tersebut. Lihatlah fig6. Ada V1 pulsa tegangan on-off dengan 50% luas. Pulsa ini bila melalui L pas serta C filter yang bakal transformated jadi tegangan lurus V2 yang V2 = ½ V1. (Cermati daerah yang ditandai dibawah berdenyut V1 yaitu luas yang sama dari V2 lurus ditandai). Dengan logika yang sama, bila lebar pulsa V1 dipersempit, kita bakal mempunyai V2 lebih rendah apabila kita jadi besar lebar pulsa V1, kita bakal mempunyai lebih tinggi V2. Sebagian barangkali ajukan pertanyaan, bagaimana kita dapat memiliki 30VDC dari 12VDC mobil? Jawabannya yaitu simpel. Bila kita memiliki tegangan V1 untuk 60VDC, maka dalam siklus kerja 50%, kita bakal memiliki 30VDC lurus. Ini yaitu sisi dimana daya switching transformator mengambil kendali, bikin 60VDC dari 12VDC, serta lalu dipotong oleh PWM. Ini yaitu Princip PWM. (Seperti utama kelas power amplifier digital D). Dalam design ini, kita memakai pengatur PWM IC, seperti TL494, TL594, SG3524, SG3525. IC ini bakal memperbandingkan output dari DC-DC converter dengan tegangan rekomendasi. Bila output dari DC-DC converter lebih kecil dari tegangan rekomendasi, maka IC bakal jadi besar lebar pulsa tegangan hingga bakal menambah sama untuk meraih tegangan ditetapkan. Hingga bila output dari DC-DC converter lebih tinggi dari tegangan rekomendasi, IC bakal mempersempit lebar pulsa hingga tegangan output bakal di turunkan jadi tegangan ditetapkan.

Biasanya SMP dipakai dalam penguat audio mobil yaitu system tarik-ulur dengan berpindah frekuensi pada 20-70Khz. Dalam komunikasi push menarik Sytem seperti di fig7, Q1 serta Q2 berikan bolak berpindah pulsa waktu ini hingga trafo bakal keberatan dengan pergantian fluks ayunan maksimum tiada menjenuhkan inti.

Dalam design ini kita bakal memakai PWM IC dengan SG3524 dari SGS Thompson. Spesifikasi bisa dipandang di situs SGS Thompson. Fig8 tunjukkan konfigurasi 16 pin pada IC ini. Untuk bikin lebih simpel, mari kita membuat suatu SMP dengan menuturkan manfaat dari tiap-tiap pin.

Untuk power amplifier stereo di fig5, kita bakal memerlukan input serta output 12Vdc SMP summetrical dari +/- 37Vdc dengan rating 8A.

1. Pertama kita bikin Turn Jauh Di sirkuit, yang terhubung dari pemutar radio/CD mobil. Sirkuit yang bisa dipandang pada fig9a. Sirkuit ini bakal mengaktifkan SMP dengan berikan 12Vdc untuk pin 12 serta pin 13 serta pin 15.
2. Frekuensi switching SMP ditetapkan 50khz. Untuk ini, jam didalam IC SG3524 sesuai 2 x 50 Khz = 100kHz. Jam ini di bangun oleh pin 7 (Ct) serta pin 6 (Rt). Pendekatan ini bisa dikerjakan dengan persamaan Fclk = 1/(Rt x Ct). Disini kita memakai Ct = 1NF serta Rt = 10kOhm seperti di fig9b
3. Pin 2 (dalam Inv Non). Dalam pin 2 kita meletakkan output hormat stabil untuk SMP. Disini kita memakai tegangan rekomendasi dari ½ dari rekomendasi pin 16.
4. Pin 1 (Inv Dalam) yaitu detektor tegangan output. Pin 1 terhubung ke 4N35 optoisolator type seperti di fig9b. Optoisolator adalah komponen utama dalam bikin SMP hingga kami bisa sudah Mengambang Tanah sekunder yang bakal menghindar suara-suara (terlebih merengek/menaruh) bila power amplifier diletakkan di mobil. Nilai dari dioda zener yaitu 2 x 37V = 74V. Bila susah untuk mempunyai tegangan zener dari 74 V, maka kita bisa nilai seri zener sebagian hingga kita mempunyai keseluruhan 74 V.
5. Pin (4) serta pin (5) tak dipakai serta terhubung ke tanah, pin (8) serta pin (10) terhubung segera dengan tanah.
6. Pin ada 9 (Comp) memastikan lereng serta tiang umpan balik dari system SMP seluruh. Dalam design ini kami cuma memakai 1 kapasitor 100nF.
7. Pin tak ada 16 (Vref) berikan tegangan penghormatan dari 5, 1 VDC. Pin ini diletakkan dengan 10nF untuk stabilisator tegangan.
8. Riak keluaran (Vr) dari SMP ditetapkan oleh persamaan :

Vr = 8 x 10-6 x I/Co Dengan I = 8A serta Vr = 0, 029 V kita bakal Co dari 2. 200uF di +37 VDC --37Vdc atau rel 4400uF tiap-tiap +37 Vdc_0 serta 4. 400uF di 0_-37Vdc.

9. Untuk output kapasitor filter 2. 200uF, kita butuh 2. 200uF seputar 4x atau 8. 800uF di 12Vdc input SMP itu. Makin besar nilai kapasitor ini, semakin banyak daya yang tersimpan untuk SMP.
10. Keluaran Lo induktor filter memastikan oleh : Lo = 0, 5 x Vout/(saya x F). Dengan Vout = 2 x 37V = 74V, I = 8A Serta F = 50khz, kita bakal Lo = 0. 092 mH atau Lo = 0, 046 mH pada tiap-tiap pasokan rel + serta - 37Vdc.
11. Pin 11 serta pin 14 yaitu output pin yang bakal mendorong MOSFET berpindah primer berliku. Didalam IC SG3524 terbaik pin telah opereated dalam mode push-pull. Rangkaian untuk MOSFET daya mengemudi bisa dipandang pada fig9b. Jumlah MOSFET daya yang dipakai yaitu 3 di masing-masing primer transformator. Jadi keseluruhan ada 6 type MOSFET daya BUZ11.
12. Transformator (trafo) untuk SMP yang selfwould dari inti ferit toroida (seperti donat) seperti di fig10. Hal semacam ini benar-benar utama bahwasanya untuk frekuensi 20Khz SMP diatas, kita tak bisa memakai Transformator inti besi seperti kita pakai dirumah. Beberapa Transformator inti ferite bakal mempunyai warna hitam seperti di magnet speaker, namun tak mempunyai kemampuan magnetizing. Basic persamaan untuk switching power supply dengan input 12Vdc yaitu :

(1) Np = 1, 37 x 105/(F x Ae), di mana Np = jumlah belitan primer, F = frekuensi switching, Ae = X x Y = jendela bagian ferit di cm2. Lihatlah fig10. Untuk membuatnya gampang untuk luka transformator, kita mesti menentukan inti toroida dengan diameter minimum 2, 5 cm serta luas jendela minimum 0. 75cm2. This dibutuhkan untuk keringanan yang dari handwound diri. Ingat bahwasanya dalam push-pull system ada 2 gulungan primer.
(2) Ns/Np = Vo/8, 8, dimana Ns = jumlah belitan sekunder, Vo = tegangan keluaran sekunder
(3) Ap = 0, 004 x Vo x Io, di mana Ap = jendela bagian kawat utama dalam mm2, Vo = tegangan output, Io = arus keluaran.
(4) As = 0, 13 x Io, di mana As = jendela bagian kawat sekunder dalam mm2.

Misal : Bila kita memakai inti ferit toroida dengan luas jendela Ae = 1 cm2. lalu dari ada persamaan. 1 kita bakal mempunyai jumlah gilirannya utama Np = 1, 37 x 105/(50khz x 1 cm2) = 2, 74 bertukaran. Dalam prakteknya, jumlah belitan primer minimum yaitu 4 hingga utama bakal meliputi toroidal inti seluruh. Jadi kita memakai 4 bertukaran untuk Q1 serta 4 bertukaran untuk Q2.

Dari persamaan (2) kita merasakan bahwasanya Ns/Np = 37/8. 8 = 4, 2. Dari sini kita bisa mengkalkulasi bahwasanya jumlah gulungan sekunder yaitu = Np x Np/Ns = 4 x 4, 2 = 16, 8 atau 17 gulungan. Seperti primer, sekunder kami memakai 2 x 17 bertukaran, yakni 17 putaran untuk +37 V - 0 serta 17 putaran untuk 0 --37V

Persamaan (3) dipakai tp memastikan jumlah kabel berliku primer. Kami mempunyai Ap = 0, 004 x 74 x 8 = 2, 36 mm2. Bila kita memakai kawat 1mm diameter magnet, kita bakal mempunyai luas jendela 0, 785 mm2 jadi kita bakal memerlukan 3 magnet kawat untuk tiap-tiap gulungan primer

Persamaan (4) dipakai untuk memastikan jumlah kawat yang dibutuhkan untuk gulungan sekunder. Kami mempunyai As = 0, 13 x 8 = 1mm2 Jadi bila kita memakai magnet kawat dengan diameter 0, 8 mm (jendela daerah = 0, 5mm2), maka kita bakal memerlukan 2 kabel dengan diameter 0, 8 mm untuk tiap-tiap gulungan sekunder.

13. Tegangan keluaran sekunder diperbaiki dengan konfigurasi jembatan penuh seperti di fig11. Menjembatani dioda mesti type penyearah cepat, umumnya tampak seperti transistor TO220 dengan heatsink piring. Untuk SMP kita tak bisa memakai umum 50/60Hz dioda penyearah. Untuk design ini kita memakai type dioda BYW29-150, yang mempunyai peringkat 8A, 150V. Kita dapat juga memakai dioda lain seperti dengan prefiks FE dan MUR, sepanjang itu yaitu dioda penyearah cepat dengan spesifikasi minimum seperti diatas.

3. MISCELLENEUS TIPS UNTUK PEMBUATAN AMPLIFIER MOBIL LISTRIK


Power amplifier Mobil mempunyai aksesori spesifik seperti sirkuit preamp gain, saluran pembalik hingga daya yang bridgeable. Beberapa fungsi ini umumnya dikerjakan dengan opamps. Sirkuit yang bisa dipandang pada fig12a serta sirkuit pasokan bisa dipandang pada fig12b. Rangkaian ini diletakkan sebelum saat rangkaian penguat audio.

Transformator ini handwound pada inti ferit toroida. Induktor filter output bisa di buat dengan bahan inti ferit atau bahan MPP inti. Bisa di buat dengan magnet kawat handwound 1. 2mm, serta mengukur hingga kita mempunyai 0, 046 mH

Handwound inti transformator bisa dikerjakan seperti berikut (fig13b) :

  • Pertama kita luka gulungan sekunder dari 4 kabel kabel magnet 0. 8mm sekalian dengan 17 jumlah gilirannya. Gilirannya bisa di buat ke arah manapun sepanjang kita berkelanjutan dengan arah luka. Bila kita sudah usai melukai itu, inti toroidal bakal tampak seperti fig13a. Kami bernama kabel dengan wireA, B, C, serta D. Bila kita mulai luka diatas inti, pada akhirnya bakal ada dibawah inti. Yakinkan kawat tiap-tiap ujungnya dengan avometer. Sambungkan mulai ujung kawat A serta B ke titik S1 serta pinggir ujung kawat A serta B ke titik G. pinggir awal kawat C serta D dikaitkan ke titik G serta pinggir ujung kawat C serta D dikaitkan ke titik S2. Titik G bakal jadi tanah sekunder dari penguat daya serta S1 serta S2 titik bakal terhubung dengan menjembatani dioda dari BYW29.
  • Sesudah kami usai dengan gulungan sekunder, kita mulai untuk melukai gulungan primer. Pinggir kabel utama diletakkan dengan cara diagonal ke pinggir kabel sekunder seperti di fig13c. Seperti berliku kabel sekunder, kita luka 6 kabel diameter 1mm sekalian. Nama mereka kawat A, B, C, D, E, serta F. Sambungkan ujung awal kawat A, B, C ke titik P1 serta pinggir ujung kawat A, B, C ke titik P +. Sambungkan titik awal dari kawat D, E, F ke titik P serta pinggir ujung kawat D, E, F ke P2 titik (fig13d)

Bila Anda sudah usai berliku primer serta sekunder, transformator seluruh bakal mempunyai arah kabel yang sama sesuai di fig12e. Sambungkan titik + P ke +12 VDC dari baterai mobil, titik P1 ke drain Q1 daya MOSFET serta P2 mengarah ke saluran pembuangan dari kemampuan MOSFET Q2.

Utama untuk diingat bahwasanya seluruhnya trek pada susunan PCB yang terhubung ke transformator daya mesti mempunyai lebar yang cukup lantaran arus yang besar bakal terlibat. Juga lebih terbaik bila kita disolder mereka trek untuk mempunyai transfer lebih waktu ini.

Sesudah merampungkan berliku Transformator, letakkan seluruhnya bekas komponen serta merampungkan perakitan dari SMP. Anda bisa mengujinya dengan menghubungkannya dengan input 12VDC dari baterai. Janganlah lupa untuk menghubungkan remote pada gilirannya dengan 12VDC. Mesti ada keluaran tegangan +37 V, -37V 0 serta tiada menarik arus besar di baris 12VDC. Periksa kekeliruan, bila tegangan keluaran tak ada atau bila SMP menarik arus yang besar dari input 12VDC.

Dalam sistem perakitan mobil penguat daya audio, kita mesti membayar perhatian dalam pemasangan seluruhnya transistor untuk heatsink. Kita mesti memakai permukaan heatsink yang cukup hingga panas tak lagi mengakibatkan kerusakan amplifier. Pakai isolator mika putih serta pasta silikon untuk meyakinkan perpindahan panas. Tegas kencangkan semua baut untuk menghimpit seluruhnya transistor. Penguat Mobil bekerja di lingkungan yang kuat seperti di bagasi mobil. Meletakkan suatu kipas penambahan senantiasa inspirasi yang terbaik dalam bikin amplifier mobil listrik.

Sesudah kita menghubungkan SMP untuk penguat audio, kami siap untuk menguji power amplifier mobil. Pertama trim potensiometer bias yang seutuhnya meninggalkan segi ke mempunyai bias minimum. Nyalakan SMP serta mencari menarik arus 12VDC searah dengan ampmeter. Indikator ampmeter bakal menambah sesaat untuk isi seluruhnya kapasitor. Sesudah sebagian waktu, indikator ampmeter mesti kembali pada indikasi minimal ampere. Bila tak, terdapat banyak persoalan. Lalu kita memotong bias ke titik yang maksimal. Umumnya untuk mobil stereo amplifier Keseluruhan quiscent ampere tak lagi melebihi 2A garis 12VDC.

Melalui Artikel ini Semoga dapat berguna buat sobat-sobat yang hoby utak atik audio terutama yang sukai merakit/bikin amplifier mobil.

Amplifier Mobil Plus Switching PSM
Cara membuat amplifier yang bagus dan sederhana | Tri Sunenti | 5