Sebelum Beli Kenali Karakter Amplifier Mobil | Teknovanza - Otomotif Audio Mobil

Sebelum Beli Kenali Karakter Amplifier Mobil

Karakter Amplifier Mobil


Dua jenis mendasar power Amplifier Mobil yakni tabung serta mosfet. Dari keduanya memiliki perbedaanya serta keunggulan yang berbeda, jadi pastikan Anda sudah mengetahui Karakter Amplifier Mobil yang akan di beli, jangan sampi Anda salah pilih dalam membeli power Amplifier untuk Mobil.
 jadi pastikan Anda sudah mengetahui Karakter Amplifier Mobil yang akan di beli, jangan sampi Anda salah pilih dalam membeli power Amplifier untuk Mobil.

Saat kita dihadapkan pada pilihan, pastinya diperlukan sebatas hitung-hitung, ibarat kancing pakaian untuk menentukan power yang kita kehendaki. Sangat banyak product yang beredar di market. Nah, saat ini coba membagi power menurut jenis penguatannya yakni, tube serta mosfet. Namun dalam perubahannya, saat ini juga telah ada paduan pada keduannya, yakni hybrid power, yakni penguatan ala mosfet dengan output ala tube.

Sampai waktu ini, tetap belum ada kata setuju mana yang lebih terbaik pada teknologi tabung dengan teknologi solid state/mosfet. Ini yaitu gosip yang menarik, karena masing-masing memiliki keunggulan serta kekurangannya masing-masing. Tetapi pada prinsipnya ada benang merah yang dapat membedakan dengan cara mendasar perbedaan solid state dengan tabung, yakni Harmonic Pattern serta Damping Factor.

Harmonic Pattern


Memanglah sedikit tehnis, tetapi pemahaman harmonik nyatanya tak sesulit yang kita sangka. Harmonik yaitu himpunan frekuensi spesifik yang berlangsung pada tiap-tiap piranti elektronik. Analoginya yaitu sebagai berikut ; Apabila kita memasukkan test tone 1khz ke power amplifier, tengok tanggapannya di RTA, pasti LED naik bukan sekedar 1khz. Frekuensi lain seperti 2khz, 3khz, 500hz, 250hz, seluruhnya turut naik.

Kenapa? Ya, inilah yang diberi nama harmonic pattern, yaitu karakter alamiah transistor/tabung. Tiap-tiap ada transistor/tabung, dengan cara automatis di sana juga ada harmonic serta ini tak dapat hilang 100%. Untuk suara basic 1khz, frekuensi ikutan 2khz dimaksud Second harmonic, serta frekuensi 3khz dimaksud Third harmonic dan sebagainya.

Himpunan harmonic ini umum diukur dengan THD/keseluruhan harmonic distortion, yakni jumlah dari bunyi 2khz+3khz+dst tadi serta seluruhnya dijumlah. Setelah itu jika suara dasarnya 100%, maka jumlah frekuensi bunyi itu di kenal dengan THD. Bila satu amplifier THD-nya 0. 05%, maka berarti ada 0. 05% daya suara yang semestinya tak ada Lalu hubungan dengan reproduksi suara amplifier? Pertama-tama kita mesti mengetahui telinga kita yang prima serta unik ini. Telinga kita benar-benar tidak sama dengan mikrofon ukur.

Jadi yang terbaca perfect pada alat ukur sesungguhnya belum pasti membuahkan suara yang enak didengar. Ini karena telinga kita tak linear. Daun telinga kita memiliki preferensi pada pola harmonic yang disenangi serta tak disenangi. Misal paling mudah anda tengok Fletcher-Munson curve, di sana dapat dipandang bahwasanya kepekaan telinga kita seputar 1-5khz. Serta pola kepekaan ini dapat beralih bersamaan level suara. Semakin keras suara, semakin rata kurva-nya serta untuk level suara yang lemah, kurva makin tak teratur. Untuk info, Fletcher-Munson curve yaitu suatu kurva di mana menujukan bahwasanya karakter telinga kita tak linear/flat.

Ini dapat menuturkan kenapa telinga kita paling sensitive pada midrange atau midhigh, orang umumnya berani berkomentar di daerah ini. Serta lumrah saja, lantaran memanglah di daerah ini telinga kita paling sensitive. Setelah itu telinga kita lebih sensitive pada harmonic ber-orde tinggi dibanding dengan orde kecil. Misalnya adalah apabila kita pencet suara Do-Re bersamaan, bandingkan dengan Do-La, mana yang semakin dapat di terima? Pasti, lebih terima Do-Re dibanding Do-La. Ini karena telinga kita lebih sensitive pada harmonic yang tidak sama terlampau jauh (orde tinggi), serta lebih terima pada harmonic tidak sama sedikit (orde rendah).

Power tabung dengan THD besar, katakan 2%, bisanya bakal lebih di terima di telinga kita atau berasumsi suaranya lebih enak dari amplifier solid state yang THD yang tambah lebih kecil (umpamanya 0. 005%). Ini lantaran THD tabung umumnya memiliki dominasi pada orde rendah (2nd harmonic), serta ampli solid state umumnya menguasai orde tinggi (5th harmonic). Pertanyaan selanjutnya, apakah telinga kita dapat dengarkan THD yang cuma 0. 005%?

Jawabannya sudah pasti dapat, lantaran telinga kita benar-benar sensitive pada harmonic yang lebih tinggi, meskipun dayanya benar-benar kecil, namun telinga kita dapat mendengarkannya untuk suara yg tidak enak lantaran dipenuhi harmonic orde tinggi itu. Harmonic orde rendah umum didengarkan untuk warm/hangat, sedang harmonic orde tinggi didengarkan untuk fatiguing sound/lelah mendengarkannya.

Damping Factor


Damping factor yaitu aspek-faktor yang membedakan ampli tabung serta solid state. Dapat disebut, damping factor yaitu kekuatan amplifier " mengatur speaker ". Ampli ber-damping factor rendah (pada ampli tabung umumnya) memiliki kontrol yang lemah pada speaker tetapi sekalian lebih terbaik lataran dapat mengkoreksi dampak harmonik tinggi. Sedang ampli ber-damping factor tinggi memiliki handling yang terbaik pada speaker sekalian mengkoreksi kekeliruan spekaer.

Tetapi dengan cara automatis juga dampak harmonik orde tinggi tak dapat di hilangkan. Perbedaan ini karena karakter bawaan tabung serta transisitor. Ke-2 perbedaan mendasar inilah yang mengakibatkan ciri-ciri dari tabung serta transisitor benar-benar tidak sama. Semunya tawarkan beragam keunggulan sekalian paket kekurangannya.

Hybrid System


Bersamaan dengan perubahan teknologi, penggabungan teknologi lawas jenis tabung serta teknologi semikonduktor seperti transistor dikira satu diantara pemecahan tepat meskipun terdapat banyak pihak yg tidak yakin bakal hal semacam itu. Hybrid coba memadukan penguatan dari system transisitor (solid state) yang dimasukan warna tabung lewat pre amplifier.

Langkah tersebut dikira dapat mendatangkan nuansa suara yang warm sekalian memiliki reproduksi suara yang gesit. Jurus ini dapat digunakan beberapa pehobi home audio diaman mereka rata-rata memakai system cepat " solid state " untuk alat penguatan suara serta di finishing ala tube supaya memiliki suara yang warm serta dinilai lebih bersahabat dengan telinga manusia dengan cara umum.

Pilihan


Lalu kesimpulannya? HIN merekomendasikan supaya tak terjerat dengan omongan installer yang tawarkan barang. Pada prinsipnya, ke-2 power ini terbaik serta bergantung finishing pada setingan akhir. Tabung memanglah pas buat orang yang suka pada ciri-ciri suara vokal yang hangat serta padat sekalian memiliki detil yang terbaik. Namun Solid state tawarkan suatu hal yang tidak sama seperti speed serta attack yang terbaik.

Serta ini tak dapat dilawan oleh tabung yang notabene memiliki sistem signal lebih lambat. Nah, dari fenomena ini system Hybrid nyatanya jadi oportunis karena dapat memadukan keduanya.
Sebelum Beli Kenali Karakter Amplifier Mobil | Tri Sunenti | 5