Wow Mulai Februari 2018 Seluruh Angkutan Sudah Ber-AC

Angkutan Umum Perkotaan

Mulai Februari 2018, semuanya angkutan umum perkotaan di semua Indonesia harus diperlengkapi feature pendingin ruang atau air conditioner (AC). Keharusan ini mesti dipenuhi semuanya type angkutan, termasuk juga segmen ekonomi.

Jadi contoh untuk di Jakarta, angkutan umum yang termasuk angkutan ekonomi adalah angkot serta bus tengah, seperti Kopaja serta Metromini. Jadi semuanya type angkutan umum itu saat ini mesti ada AC, paling lambat Februari 2018.

Wow Mulai Februari 2018 Seluruh Angkutan Sudah Ber-AC

Diwajibkannya semuanya angkutan umum dipasangi AC adalah implementasi dari Ketentuan Menteri Perhubungan Nomor 29 Th. 2015. Ketentuan yang diterbitkan pada Februari 2015 ini mengatur mengenai Standard Service Minimum (SPM) Angkutan Orang Dengan Kendaraan Bermotor Umum Dalam Trayek. Baca juga Cara Isi Freon AC Mobil Yang Benar

Permenhub 29 th. 2015 adalah pembaruan dari ketentuan sama juga dengan nomor 98 yang diterbitkan th. 2013. Permenhub 29 th. 2015 mengatur SPM semuanya kelompok angkutan umum. Bukan sekedar angkutan perkotaan, tapi juga antar kota dalam propinsi, antar kota antar propinsi, pedesaan, serta lintas batas negara.

" Dalam PM itu ditata serta dinyatakan kalau berkaitan SPM menyangkut kenyamanan, jadi angkutan ekonomi juga harus diperlengkapi AC, " kata Wakil Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Sigit Wijatmoko pada KompasOtomotif, Rabu (29/11/2017).

Didalam Permenhub 29 th. 2015, diwajibkannya pemasangan AC mempunyai tujuan untuk menjaga suhu 20-22 derajat celcius didalam kabin. Maksudnya sudah pasti untuk mendukung kenyamanan penumpang.

Menurut Sigit, Permenhub 29 th. 2015 harusnya diaplikasikan secara detail paling lambat Februari 2018, atau tiga th. sesudah diterbitkannya ketentuan.

" Permenhub 29 diputuskan pada 4 Februari 2015. Tiga th. kemudian bermakna mesti efisien berlaku 4 Februari 2018, " kata Sigit.

ANGKUTAN UMUM PERKOTAAN HARUS PENUHI STANDAR SPM UNTUK MENARIK MINAT MASYARAKAT


Angkutan umum perkotaan yang penuhi Standard Service Minimal/SPM mesti diaplikasikan supaya angkutan umum dapat mempunyai daya tarik tinggi untuk pemakai kendaraan pribadi. Aplikasi SPM untuk angkutan umum itu pastinya mesti jalan dengan punishment yang tegas serta dimonitor aplikasinya umpamanya lewat e-enforcement. Sekian di sampaikan Elly Sinaga, Direktur Bina System Transportasi Perkotaan (BSTP) Ditjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan waktu jadi sound pada Round Table Discussion dengan topik “ Kebijakan Pembangunan serta Pengembangan BRT di Kota-Kota Besar di Indonesia” di Kantor Tubuh Litbang Perhubungan Jakarta, Kamis (31/3). Yang harus di ketahui Penyebab AC Mobil Tidak Dingin Dan Cara Mengatasinya
Selanjutnya, Elly menerangkan aplikasi Bus Rapid Transit sering jadi pilihan untuk system angkutan umum di kota besar sekarang ini karna mempunyai kelebihan kemampuan yang relatif besar dengan cost investasi yang diperlukan relatif kecil bila dibanding dengan MRT. “Soal efisiensi pemakaian BRT juga tidak diragukan. Umpamanya satu lajur jalan tol kemampuan 2300 smp/jam bisa mengangkut + 4500 orang perjam, sesaat satu jalur spesial bus (busway) dapat mengangkut + 45000 penumpang/jam, “ imbuhnya.

Bus Rapid Transit adalah satu system angkutan massal berkwalitas tinggi yang mengikuti penampilan serta kemampuan dari metro tetapi memakai kendaraan bus bukannya mobil api. Elly memberikan arah pengembangan serta pengaturan serta angkutan umum di perkotaan yang lain hingga mempunyai daya tarik yakni integrasi antar bermacam moda, aksesibel ; system info penumpang yang pasti untuk semuanya tingkatan perjalanan ; aplikasi system ticket yang komprehensif ; dan manajemen operasi yang dapat tingkatkan kedisiplinan, saat perjalanan yang singkat, mekanisme trasnfer yang terbaik, serta cost operasi yang efektif.

Berdasar pada hasil diskusi dari sound serta pembahas ini di ambil rangkuman untuk penambahan service BRT di perkotaan Indonesia adalah pentingnya penambahan kemampuan BRT, jumlah perjalanan, serta menambahkan kemampuan bus yang semakin besar yang bisa mengangkut jumlah penumpang semakin banyak. Diluar itu, kehadiran BRT di persimpangan serta underpas butuh jadi prioritas. Kehadiran sarana penunjang untuk pemakai BRT juga butuh memperoleh perhatian supaya menarik ketertarikan orang-orang seperti sarana park and ride ataupun pemberian info yg akurat untuk penumpang terbaik memakai papan panduan ataupun petugas. Selain itu kehadiran BRT membutuhkan ada integrasi jaringan transportasi seperti bus feeder, busway, mobil api, terminal yang ideal, system ticket terintegrasi, dan kesetaraan service feeder serta BRT. Hal perlu yang ikut mensupport keberhasilan service BRT di kota besar Indonesia adalah ada political will oleh Pemerintah Daerah setempat dalam meningkatkan angkutan umum perkotaan.

Acara RTD ini mendatangkan sound yakni Elly Sinaga (Direktur BSTP Ditjen Hubdat), Muhammad Izy (Peneliti Madya Tubuh Litbang Perhubungan), Tri Tjahjono (Kampus Indonesia). RTD ini mendatangkan pembahas dari Dinas Perhubungan Propinsi di Indonesia Udar Pristono (Jakarta), Dinas perhubungan Jogjakarta, Dinas Perhubungan Solo, serta Dinas Perhubungan Jawa Barat. Diskusi ini dimoderatori oleh Ir. J Widiatmoko, MsTr (Kepala Puslitbang Perhubungan Darat).

Disclaimer: Gambar, artikel ataupun video yang ada di web ini terkadang berasal dari berbagai sumber media lain. Hak Cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber tersebut. Jika ada masalah terkait hal ini, Anda dapat menghubungi kami disini.
© Copyright 2017 Teknovanza - Audio Mobil - All Rights Reserved - Distributed By Artworkdesign - Created By BLAGIOKE Diberdayakan oleh Blogger